Perih
Perih juga,
Perih juga,
Di sini, sedang kurayakan patah hati yang sedang biadab-biadabnya.
Dan, aku senang.
Luka yang kau toreh begitu cantik menusuk ulu hati.
Lalu aku mulai terbiasa.
Diriung sendiri, dipeluk gelap.
Namun aku muak!
Hampa mulai terasa...
Perih juga,
Di sini, sedang kurayakan patah hati yang sedang biadab-biadabnya.
Dan, aku senang.
Luka yang kau toreh begitu cantik menusuk ulu hati.
Lalu aku mulai terbiasa.
Diriung sendiri, dipeluk gelap.
Namun aku muak!
Hampa mulai terasa...
Komentar
Posting Komentar
Leave your comment after reading^^
pembaca yang baik akan meninggalkan komentar setelah membaca ;)