Pukul Sebelas Malam, Di Matamu, Bulan Tenggelam.

jemariku terasa kosong tak bernyawa
tak  hentinya hati merintih
merasa rindu masih
menyeretnya untuk diam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekadmu (sebuah puisi)

Bukan Salah Jurusan, tapi Memang Aku Saja yang Otak Udang diary#2