Akta Kelahiran yang Mencemaskan

Baru saja kututup telepon dari ibuku yang berada di Bandung. Ia menanyakan dimana kusimpan akta kelahiran milikku. 

Sebenarnya sederhana saja, hanya itu yang ia tanyakan. Namun pikiranku langsung merujuk ke satu hal: cemas.

Bingung gak kenapa aku langsung cemas? Sebenarnya aku lupa menyimpan dimana akta kelahiranku. Dan aku takut jika akta kelahiranku itu tidak ada di tempat dimana terakhir kali aku menyimpannya. 

"Tenang, nanti pas balik ke Bandung pasti ada kok, kamu kan nyimpennya di lemari. Jadi gak mungkin kalo ilang."

Aku mencoba menenangkan pikiranku agar tak langsung lari ke obat. Obat apa? ya obat penenang dong kawan-kawanku. Masa obat sakit perut.  

"Tapi, kalo beneran ilang gimana? Duh rasanya pengen cepet-cepet ke Bandung terus ke kamar terus cari dan memastikan apakah akta kelairanku ada atau tidak."

Lagi-lagi pikiranku sendiri menyerang. Ingin berargumen rupanya.

"Ya elah, tinggal chat aja ke si teteh yang ada di rumah supaya di cek itu akta ada apa enggak di emari. simpel kan, tenang aja tenang. Sekarang mah nikmati waktu libur kamu, terus berenang tuh biar adem, terus kan besok juga mau ke perpustakaan tuh. Santaaaiii..."

Yup, akhirnya aku memutuskan untuk mengirim pesan ke teteh yang ada di Bandung untuk ngecek akta kalahiranku. 
Katanya ada di lemari.
Fiuhh, lega deh rasanya. 

Jadi, begitulah cara untuk melawan pikiran cemas yang bernuansa negatif dengan pikiran-pikiran positif. Sehingga semakin sering melawan maka semakin gampang untuk menghilangkan rasa cemas atau anxiety yang mengganggu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekadmu (sebuah puisi)

Bukan Salah Jurusan, tapi Memang Aku Saja yang Otak Udang diary#2