Januari

Pilu kian merambat
Dilahap sendiri aku mati
Dan tak jua kau pergi
Tetap bersamamu aku sepi


Lantas kuterbangun
Namun hanya rintik mengembun
Dari luka menganga
Buat rasa kian murka

Laksana bayu,
menghempas,
lalu kau lepas.

Namun tidak dari ingatan.


Maaf, tak lagi Tuan
Kumendamba di atas luka
Pun rindu sudah kusimpan di lemari
Sampai jumpa jua di awal Januari



by Dinda R.S.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tekadmu (sebuah puisi)

Bukan Salah Jurusan, tapi Memang Aku Saja yang Otak Udang diary#2